Pengalaman Mistis Tim SAR 5 Sekawan di Gunung Slamet
Pengalaman Mistis Tim SAR 5 Sekawan di Gunung Slamet
Mistis Gunung Slamet
Liputan6.com, Semarang - Empat anggota tim SAR dari
Basarnas sudah saling bersahabat sejak lama. Mereka adalah Alif, Dedi
Setiawan, Fajar, dan Wadji. Sudah lama mereka merindukan tugas bersama.
"Apalagi kalau tugasnya penyelamatan di gunung. Kami akan dengan suka cita mendaki bersama," kata Alif kepada Liputan6.com, Selasa (19/4/2016).
Kerinduan
itu terjawab. Seiring kabar bahwa Irfan, seorang mahasiswa Fakultas
Teknik Elektro UI terjatuh di sebuah jurang, lereng Gunung Slamet,
mereka ditugaskan menyelamatkan dalam satu tim. Wadji mengaku kala
mendapat tugas itu ia langsung berteriak, "Yes! We do it!"
Sejatinya
mereka bersahabat berlima dengan Ipul. Namun tugas utamanya berbeda.
Ipul memiliki tugas pendokumentasian dan penggalian data.
"Yang menggembirakan, kami mendapat tugas berlima dalam satu tim. Ini sesuatu yang harus dirayakan," kata Ipul.
Singkat
cerita, mereka kemudian bergabung dengan tim SAR lain dan juga para
pendaki. Sepanjang perjalanan lima sekawan ini berada dalam satu tim,
sementara anggota tim SAR lainnya berada di regu lain yang terpisah.
Tim SAR operasi mencari korban jatuh di jurang Gunung Slamet (Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige) Sosok Misterius
Saat asyik-asyiknya bercanda
dan bercerita di pos, sesaat sebelum melanjutkan perjalanan, tiba-tiba
salah satu dari mereka menangkap berkelebatnya bayangan. Entah bayangan
apa tak ada yang bisa mendeskripsikan.
"Tapi bukan hanya saya yang melihat. Wadji juga melihat ya," kata Dedi Setiawan.
Pengakuan
Dedi itu diiyakan teman-temannya. Hanya Syaiful atau Ipul yang mengaku
tak melihatnya. Ipul masih sibuk dengan kamera dan pesawat handy talkie untuk berkoordinasi.
"Beneran, deh. Saya lihat ada dua di sisi kanan pintu," kata Deni.
"Halah...paling-paling kecapekan tuh," Ipul memotong tak percaya.
Entahlah
yang mereka perbincangkan itu nyata ataukah efek kelelahan, yang pasti
hanya Ipul yang jadi bahan ledekan mereka. Sosok yang mereka
perbincangkan adalah bayangan perempuan. Dari postur dan anatomi
tubuhnya, si perempuan tergolong seksi semampai.
"Yang di
belakang sana dua. Kayak sedang bermain kejar-kejaran. Itu Ipul pesan
katanya mau difoto, tapi enggak bisa," kata Wadji.
Ditemui
sendirian, Ipul mengaku tak melihat sosok yang digambarkan
teman-temannya. Namun ia terbawa merinding juga. Bulu kuduknya sempat
meremang.
"Saya selalu bilang karena kelelahan. Sesungguhnya biar saya enggak takut aja," kata Ipul.
Tim SAR operasi mencari korban jatuh di jurang Gunung Slamet (Liputan6.com / Edhie Prayitno Ige)
Pengalaman mistis tim SAR ini bukan yang pertama. Setiap kali mereka
hendak menyelamatkan korban kecelakaan, entah di gunung atau air,
seringkali mereka mendengar bisikan tanpa suara apalagi wujud.
Bisikan-bisikan
itu semacam datang dari hati sendiri, yang kemudian menjadi penuntun
atau pemandu titik pencarian. Anehnya, bisikan tanpa wujud dan suara itu
seringkali tepat.
Psikolog RS Elisabeth Semarang, Probowatie
Tjondronegoro, menjelaskan fenomena itu sebagai intuisi. Tiap orang
pasti memiliki hal itu. Namun tak setiap orang memiliki kepekaan
menangkap bisikan hati.
"Biasanya makin orang tak mau
mendengarkan bisikan hatinya, intuisi itu makin tumpul. Secara psikologi
alam bawah sadar itu menghubungkan antara keinginan, tanggung jawab,
dan juga kondisi lapangan. Nah, intuisi itu datang sebagai solusi," kata
Probowatie kepada Liputan6.com.
Komentar
Posting Komentar